Text
Pendidikan Keagamaan Islam di Daerah Tertinggal
Partisipasi masyarakat yang begitu besar dalam menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam merupakan bukti betapa mereka selalu mengupayakan ketersediaan akses pendidikan yang merata. Karena itulah, meskipun tidak didukung oleh dana yang mencukupi dan kapasitas yang memadai, mereka terlibat intensif dalam menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam. Tak heran, jika kualiatas dan kuantitas pendidikan keagamaan Islam di daerah tertinggal, seperti di daerah perbatasan, daerah terpencil, dan daerah miskin tidak sebanding dengan pendidikan keagamaan Islam di perkotaan.
Disinilah, kehadiran Kementerian Agama memiliki signifikansi dalam membuka akses pendidikan keagamaan Islam dengan meningkatkan kualitas guru, kurikulum, sarana dan prasarana, dan pembiayaan. Dengan demikian, pesantren, madrasah diniyah, dan taman pendidikan Al-Qur'an di daerah tertinggal secara perlahan mampu bersaing dengan pendidikan keagamaan Islam di daerah perkotaan. Dalam hal ini, Kementerian Agama memiliki komitmen yang kuat untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan Islam di daerah tertinggal sehingga para alumninya dapat meningkatkan pembangunan di daerahnya.
Tidak tersedia versi lain